AIESEC Summer School : Waste Education

Tanggal 23 Januari 2019, Ecofun Indonesia mendapatkan undangan dari Departemen Ekonomi Sumberdaya Lingkungan AIESEC IPB untuk mengisi sesi Waste Education dalam Program Summer School AIESEC.

Peserta Summer School terdiri dari satu mahasiswa Korea Selatan dan dua mahasiswi dari China. Acara ini diisi oleh Annisa Hasanah, Founder dan Owner dari Ecofun Indonesia. Pada 1 jam pertama, founder Ecofunopoly memberikan presentasi tentang Ecofunopoly, lalu dilanjutkan dengan sesi bermain Ecofunopoly seri Mengenal Sampah selama 40 menit.

Sesi bermain ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa asing saja, tetapi juga dosen-dosen ESL diantaranya ibu Mety dan ibu Nia.

Sesi bermain berlangsung dengan penuh canda tawa, mahasiswa dari Korea tak tahan menahan tawa ketika tahu bahwa dirinya menggunakan kemasan sekali pakai yang menyebabkan bertambahnya kartu sampah di tangannya.

Ingin main Ecofunopoly ke dalam acara-mu? hubungi admin 087873317079. Booking game session mu bersama Ecofunopoly sekarang!

Sosialisasi Ecofunopoly seri Kabut Asap di Riau

Pernahkah kalian membaca atau mendengar berita tentang kabut asap yang terjadi di Indonesia? Dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya menjaga hutan dan mencegah dari kebakaran, Ecofun Indonesia bekerja sama dengan UNESCO Office Jakarta dalam program bertajuk Pelatihan dan Perkenalan Pendidikan Lingkungan Hidup: Perubahan Iklim dan Kabut Asap. Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari (18-20 Oktober 2018) ini mengambil lokasi yang rentan terjadinya kebakaran hutan, di Desa Sungai Rawa, Provinsi Riau.

Kali ini Ecofun Indonesia mendapatkan kesempatan untuk mengedukasi anak-anak sekolah SD Negeri 12 Sungai Rawa dan Madrasah Nurul Ikhsan. Kedua sekolah yang sama-sama berlokasi di Desa Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit ini menjadi satu dari sekian banyak lokasi yang terdampak kebakaran hutan. Kerjasama Ecofun Indonesia dengan UNESCO Office Jakarta yang disponsori oleh Malaysia Indonesian Funds in Trust merupakan sebuah upaya untuk meningkatan kesadaran masyarakat terhadap kebakaran hutan.

Jauh hari sebelum Ecofun Indonesia tiba di lokasi, sudah dipersiapkan dua set permainan Ecofunopoly edisi Kabut Asap, kartu ingatan Kabut Asap, untuk dimainkan bersama murid sekolah. Lalu apakah permainan Ecofunopoly edisi Kabut Asap? Jenis permainan papan (board game) ini  diciptakan sebagai media pembelajaran siswa untuk memahami kebakaran hutan, serta meningkatkan tingkat adaptasi anak-anak dan pemuda terhadap bahaya kabut asap.

Hari pertama dalam agenda kegiatan, tim Ecofun mengadakan pelatihan (training of trainers) untuk guru-guru dari kedua sekolah. Dihadiri oleh sebanyak 24 guru, kegiatan yang dilakukan adalah simulasi bermain Ecofunopoly edisi Kabut Asap sambil pemberian materi mengenai konten yang terdapat di papan permainan. Tujuannya adalah guru dapat mendampingi murid sekolah dalam mengikuti permainan, sehingga suasana kegiatan bermain nantinya menjadi kondusif.

Di hari kedua dan ketiga adalah puncak rangkaian kegiatan, yaitu menggelar permainan Ecofunopoly edisi Kabut Asap berukuran 4 m x 4 m di setiap sekolah. SD Negeri 12 Sungai Rawa menjadi sekolah pertama yang merasakan serunya kegiatan bermain sambil belajar ini. Ukuran papan permainan yang besar dan setiap pionnya diisi oleh mereka sendiri menjadi daya tarik bagi anak-anak untuk mengetahui setiap konten yang terdapat di dalam kotak permainan.

Ecofun Indonesia tidak hanya mengajak murid bermain Ecofunopoly edisi Kabut Asap, namun ada satu jenis permainan lagi yang diminati murid kelas 1 hingga 2 SD, yaitu permainan Kartu Ingatan. Tantangan dari permainan ini adalah mencocokkan pasangan kartu yang sama. Kartu-kartu ini berisikan gambar yang menyiratkan isu kebakaran hutan. Kelas 3-6 mendapatkan bagian bermain Ecofunopoly edisi Kabut Asap.

Masih dengan agenda kegiatan yang sama, Madrasah Nurul Ikhsan menjadi lokasi sekolah kedua yang berkesempatan untuk mempelajari kebakaran hutan dan kabut asap melalui permainan Ecofunopoly. Terdiri dari tiga tingkatan kelas, kegiatan bermain dilaksanakan di dalam kelas dengan menyelenggarakan permainan Kartu Ingatan dan Ecofunopoly edisi Kabut Asap bersamaan. Di akhir kegiatan, Ecofun Indonesia menyerahkan satu set permainan Ecofunopoly edisi Kabut Asap dan Kartu Ingatan kepada masing-masing sekolah.

Dari seluruh rangkaian kegiatan yang sudah dilaksanakan, animo murid, guru, dan masyarakat sekitar sangat tinggi shingga diharapkan menumbuhkan perhatian serius dari segala pihak untuk terus mengedukasi masyarakat akan pentingnya menjaga hutan. Ecofun Indonesia akan terus memperluas jaringan kerja sama dalam mewujudkan hal ini. Kedepannya masyarakat luas bisa merasakan serunya bermain Ecofunopoly edisi Kabut Asap dan Kartu Ingatan, seperti dikutip dari John Muir, “Jalan paling jelas menuju alam semesta adalah melalui hutan belantara”. Ingatlah untuk selalu menjaga hutan!

Ditulis oleh : Nurul Iswari

Foto-foto : Selangit Studio

We Are Hiring : Sales and Promotion Staff

WE ARE HIRING!
Sales&Marketing Staff for Ecofun Indonesia

Ecofun Indonesia is an award winning social enterprise that engage in science communication and environmental education through gamification. We provide premium game based product and service to our customers. Visit our website : Ecofun.id

We are looking for a passionate and hardworking sales person to spread our product and services to potential customers in all over Indonesia.

Job desk:
Menawarkan dan menjual produk dan jasa.

Syarat:
-mahasiswa tingkat akhir / fresh
-memiliki pengalaman di bidang sales & marketing
– Diutamakan domisili bogor
-menyukai dunia pendidikan dan dunia game
-mampu berbahasa Inggris tingkat dasar untuk berbicara dan menulis
-menyukai dunia networking

Fasilitas :
– Gaji
– Bonus
-Peluang mengikuti forum nasional/internasional

Kirim CV dan surat lamaran anda ke ecofuncommunity@gmail.com.
Bila ada pertanyaan, silahkan email ke ecofuncommunity@gmail.com.

 

17 Agustus Event : Jakarta Aquarium

Ayo datang ke Jakarta Aquarium tanggal 17-19 Agustus 2018. Rayakan hari Kemerdekaan dengan bermain sambil belajar dengan Ecofunopoly Raksasa!

Kami tunggu kehadirannya!

CP: Finna 087873317079

Ied Mubarak

Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin.

Selamat merayakan Hari raya dengan penuh suka cita!

Sosalisasi Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2018

Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB)

Indonesia menjadi negara yang paling rawan terhadap bencana di dunia berdasar data yang dikeluarkan oleh Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Strategi Internasional Pengurangan Risiko Bencana (UN-ISDR). Hal ini menjadi isu penting yang harus diperhatikan mengingat dampak dari bencana alam yang akan menyisakan kerugian yang besar bagi masyarakat terdampak.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar sosialisasi Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB), Minggu 15 April 2018. Acara untuk memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana yang jatuh pada 26 April ini digelar di car free day (CFD) di Kawasan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat. Peringatan pertama HKB ini dihadiri oleh BNPB, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Lembaga Penanggulangan Bencana Indonesia Nahdlatul Ulama (LPBI NU), dan Palang Merah Indonesia (PMI), BAZNAS, ACT, Pramuka, Unilever, Indofood, BPBD Maluku Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan tidak ketinggalan Ecofun Indonesia tentunya.

 

 

 

 

Ecofun Indonesia ikut berpartisipasi dalam acara HKB ini dengan mengusung seri game terbaru yaitu “Ecofun Siaga Banjir”. Ecofun Siaga Banjir memiliki misi yang mana diharapkan pemain dapat lebih memahami akan bahaya bencana banjir serta pentingnya untuk melakukan upaya pencegahan banjir. para peserta acara HKB serta para pengunjung yang memadati jalan car free day terlihat antusias saat melihat board raksasa Ecofun Siaga Banjir dihamparkan di sisi jalan, dengan segera mereka pun langsung setuju tatkala tim ecofun mengajak untuk ikut bermain game.

Tidak hanya game Ecofun Siaga Banjir, peserta HKB juga ikut merasakan serunya bermain game ecofunopoly seri mengenal sampah, tidak hanya anak-anak bahkan orang tua pun ikut bermain. Mereka mengaku banyak mendapat pengetahuan tentang lingkungan setelah bermain game ecofunopoly. Ecofun Indonesia akan terus berpartisipasi dan berkontribusi untuk mengemban misi memberikan edukasi lingkungan kepada masyarakat demi terciptanya  masyarakat Indonesia yang lebih peduli dan cinta kepada lingkungan.

 

Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor

Hari Peduli Sampah Nasional

Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat memperingati Hari Peduli Sampah Nasional dengan menggelar talkshow pengelolaan sampah di Botani Square, Jumat 9 Maret 2018. Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional tingkat Kota Bogor dihadiri Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Bogor Usmar Hariman yang mengajak masyarakat untuk mendukung program “Nol Sampah di Pusat Sumber Sampah”. talkshow diprakarsai oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor dan dihadiri oleh berbagai komunitas dan relawan pecinta lingkungan termasuk Ecofunopoly.

salah satu anak yang mengunjungi stand ecofunopoly dan bermain ecofunopoly seri sampah

Acara yang dihadiri oleh kurang lebih 300 peserta tersebut berlangsung meriah dengan dipandu oleh pembawa acara kondang Kota Bogor, Igor Christof. selain talkshow acara ini diisi dengan berbagai kegiatan seperi kelas daur ulang, pameran dari berbagai komunitas, penampilan band akustik dari sekolah, serta tidak ketinggalan bermain Game Ecofunopoly raksasa seri sampah.

Tiba saatnya sesi bermain ecofunopoy raksasa, pengunjung yang hadir dalam acara tersebut yang mayoritas merupakan anak anak sekolah sangat bersemangat dan antusias ingin ikut bermain ecofunopoly. Permainan dipandu oleh kakak-kakak relawan ecofun community yang dengan sabarnya menjelaskan aturan permainan serta memberikan wawasan edukasi lingkungan kepada para pemain. salah satu pemain mengaku sangat senang setelah ikut bermain ecofunopoly, karena menurutnya setelah bermain jadi mendapat pengetahuan yang bermanfaat tentang lingkungan terutama tentang sampah.

Launching Game Siaga Banjir

Ecofun Siaga Banjir

Palang Merah Indonesia (PMI) bersama IFRC dan Zurich Insurance menggelar Seminar dan Loka Karya Nasional yang diadakan di Hotel Millenium Jakarta, Rabu, 7 – 8 Maret 2018 yang dibuka secara langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, dengan mengangkat tema  “Membangun Masyarakat Tangguh Bencana secara Inklusif dan Berkelanjutan”. Seminar dan lokakarya nasional ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta perwakilan PMI dari 34 Provinsi,  Relawan Siaga Berbasis Masyarakat (SIBAT), dan sejumlah organisasi yang bergerak di bidang kesiapsiagaan bencana termasuk tim Ecofunopoly.

Dalam seminar dan lokakarya PMI ini, dipimpin langsung oleh ketua umum PMI Bapak Jusuf Kalla,  Ecofunopoly resmi meluncurkan game terbaru yang diberi nama “Ecofun Ayo Siaga Banjir”. Pembuatan Game ini merupakan hasil kolaborasi ecofunopoly dan Palang Merah Indonesia dengan tujuan mengedukasi masyarakat akan pentingnya pencegahan bencana banjir.

Suasana seru terjadi saat dilaksanakan kegiatan bermain game Ecofun siaga banjir bersama para pejabat PMI, dengan antusias mereka bekerja sama untuk menurunkan tinngi permukaan air sungai yang dalam game ini diilustrasikan dengan water meter. Game Ecofun ayo siaga banjir ini rencananya akan digunakan oleh PMI, PMR tingkat sekolah, duta SIBAT, serta relawan PMI di tingkat perguruan tinggi. Kepala Markas PMI, Letjen TNI (Purn.) Sumarsono memberikan tanggapan positif terhadap game ini, menurutnya ini merupakan terobosan yang sangat bagus dalam mengedukasi masyarakat akan pentingnya mencegah banjir. ” Pesan pembelajaran dengan metode permainan seperti ini akan lebih mudah terserap oleh pemain ketimbang edukasi yang bersifat instruktif” tegasnya.

Focus Group Discussion PMI & Ecofun Indonesia : Game Edukasi Banjir

Hari Kamis, 15 Februari 2018 telah diadakan  Focus Group Discussion (FGD) antara Palang Merah Indonesia dan Tim  Ecofun Indonesia. Forum ini merupakan  tindak lanjut  dari program kerja sama Palang Merah Indonesia, International Federation of Red Cross and Red Crescent (IFRC), dengan  Ecofun Indonesia untuk membangun sebuah game edukasi bertema tentang bencana banjir. Bertempat di Markas PMI Kabupaten Bogor, forum  ini dihadiri oleh perwakilan dari organisasi dibawah naungan PMI, diantaranya Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), PMI Kabupaten Bogor, PMI kabupaten Bandung, PMI Pusat, Duta SIBAT Nasional, serta Korps Sukarela (KSR) Kabupaten Bogor. Acara ini juga dihadiri oleh Bapak Arifin M. Hadi, Kepala Divisi Penanggulangan Bencana PMI Pusat.

Forum dibuka oleh Bapak Abidin selaku Kepala Markas PMI Kabupaten Bogor, dalam sambutannya beliau menyampaikan berbagai hal mengenai kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat saat ini yang masih kurang tingkat kesadarannya terhadap lingkungan khususnya di wilayah Kabupaten Bogor. Beliau mengharapkan diwaktu yang akan datang pembangunan karakter dan kesadaran masyarakat mengenai lingkungan akan meningkat dan hal tersebut dapat  dimulai dari pendidikan anak usia dini melalui media permainan edukatif.

Suasana yang serius namun hangat diselingi candaan ringan menyelimuti forum diskusi tatkala Perwakilan yang datang dari berbagai daerah turut memaparkan informasi kondisi lingkungan sesunguhnya yang terjadi di wilayah DAS Ciliwung, DAS Citarum, dan DAS Bengawan Solo. Mereka menyampaikan banyak informasi serta  masalah-masalah khusus di berbagai daerah  berdasarkan pengalaman mereka yang sudah sejak lama terjun langung ke masyarakat baik itu dalam hal penanggulangan bencana maupun penanganan pasca bencana banjir.

Diskusi dilanjutkan paparan konsep game bertema banjir yang akan dibangun oleh Founder Ecofun Indonesia, Annisa Hasanah yang diikuti dengan sesi diskusi dua arah. Peserta banyak memberikan masukan masukan yang bagus tentang akan seperti apa game ini dibuat, kemudian siapa sasaran utama yang akan menerima manfaat dari game ini dan masih banyak lagi saran saran yang mereka sampaikan terkait dengan konten game. Pada awal tahun 2018, Ecofun Indonesia telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk membangun sebuah game edukasi bertema banjir yang nantinya akan ditampilkan pada acara  seminar nasional di Jakarta pada bulan Maret mendatang. Acara ini akan dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Bapak Jusuf Kalla, selaku Pembina PMI.

Nantikan game terbaru dari Ecofun Indonesia ya!

Ditulis oleh : Rizki Ihwan

 

 

 

 

PRESS RELEASE : Interpretasi Alam dengan Permainan Ecofunopoly

PENGALAMAN BERMAIN MONOPOLY BERBASIS LINGKUNGAN DAN ALAM DI TENGAH ALAM TERBUKA BUMI PERKEMAHAN SUKAMANTRI BOGOR

Segala macam kegiatan yang kita lakukan haruslah ramah lingkungan atau eco-friendly. Berbagai cara dilakukan agar kesadaran cinta alam terbangun dan tetap terjaga dalam setiap lini kehidupan. Salah satunya dengan metode permainan. Ecofunopoly merupakan permainan edukatif yang merangsang kepedulian kepada alam. Permianan yang terinspirasi dari permainan monopoly dengan berbagai macam negara yang ada dalam kotak permainannya. Berbeda dengan monopoly, ecofunopoly mengganti nama negara-negara yang ada di permainan monopoly dengan berbagai macam kampanye cinta alam. Setiap kotak berisikan pesan-pesan cinta alam yang disalurkan dengan metode pertanyaan pengetahuan terkait alam dan lingkungan. Ada berbagai macam jenis kotak yang disajikan seperti kotak yang berisi tentang air, hutan, transportasi, gaya hidup, berbelanja dan lain-lain. Jika pemain tepat berdiri di kotak berisi air maka pemain akan diberikan pertanyaan terkait air dan seterusnya jika pemain berdiri dikotak yang lainnya.

Pada hari Minggu tanggal 17 Desember 2017 mahasiswa yang mengambil mata kuliah Intepretasi Alam Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata mengadakan Implementasi Program Intepretasi Alam di Kawasan Bumi Perkemahan Sukamantri Kabupaten Bogor Jawa Barat. Salah satunya Kelompok 7 yang menggunakan econfunopoly sebagai salah satu sarana edukatif yang disajikan. Tidak hanya itu mereka juga memiliki satu atraksi lainnya yaitu trakking yang menyusuri jalur hutan Bumi Pekemahan Sukamantri.

Peserta yang mengikuti program Intepretasi Alam itu sebanyak 16 orang yang berasal dari berbagai daerah luar IPB. Dua orang peserta berasal dari Universitas Andalas Sumatera Barat. Peserta diberangkatkan dari IPB tepat pukul 07.30 pagi dititik kumpul yang sudah disepakati. Peserta dan Panitia berangkat menggunakan dua buah angkot menuju Bumi Perkemahan Sukamantri (BPS) . Perjalanan ditempuh sekitar satu jam dari IPB hingga BPS. Perjalanan sedikit terkendala ketika memasuki areal berbatu dan menanjak, salah satu angkot yang  di naiki tidak kuat untuk naik hingga atas, sehingga harus menunggu ditengah jalan menuju BPS. Setelah semua peserta dan panitia sampai di BPS, peserta dipersilahkan untuk istirahat sejenak karena setelah itu akan diajak untuk traking menyusuri jalur yang sudah di kehendaki. Jalur traking tersebut dipilih karena memiliki sumberdaya alam yang berpotensi untuk di Intepretasikan kepada peserta.

Traking dimulai dari titik awal atau kami sebut start hingga finish yang berjarak sekitar 400 meter. Peserta diajak untuk melihat sumberdaya-sumberdaya yang ada di BPS. Ada tiga interpreter yang bertugas untuk menginterpretasikan hal-hal atau sumberdaya-sumberdaya yang ada di sepanjang jalur tersebut. Permainan selanjutnya adalah permainan inti yaitu ecofunopoly. Ecofunopoly dipandu oleh Mr dan Mrs Karbon yang bertugas sebagai pemimpin jalannya permainan. Permain dibagi dua kelompok yaitu kelompok A dan kelompok B. Kelompok A dipersilahkan bermain dahulu. Permainan dimulai ketika Mr dan Mrs karbon membagikan karbon yang digunakan sebagai penentu pemenang, dimana pemenangnya adalah yang dapat menghabiskan karbon yang ada ditangannya. Setiap kotak langkah permainan terdapat pertanyaan seputar lingkungan dan alam yang harus dijawab oleh peserta. Terdapat Reward and Punishment bagi yang dapat menjawab pertanyaan dengan baik dan bagi yang tidak. Rata-rata durasi permainan sekitar 40 menit dengan masing-masing termin permainan berisikan delapan orang peserta.

Tepat pukul 12.30 rangkaian program interpretasi kelompok 7 berakhir. Sebelum pulang panitia dan peserta makan siang bersama ditengah area Bumi Perkemahan. Peserta mengaku senang dan puas dari semua rangkaian program yang disajikan. Setelah makan siang peserta disiapkan untuk kembali ke IPB Dramaga. Pukul 13.00 peserta sudah siap kembali dengan kondisi cuaca yang saat itu hujan cukup lebat dengan kabut yang sudah mulai turun. Mengingat kondisi keselamatan panitia dan peserta, akhirnya kami tunda hingga 30 menit untuk turun. Tepat pukul 13.30 kami turun dengan kondisi hujan yang sudah sedikit reda dan kabut yang tidak begitu tebal. Perjalanan memakan waktu hingga dua jam karena angkot yang kami naiki harus berjalan dengan hati-hati mengingat medan yang cukup berat yaitu turunan berbatu dengan kondisi hujan yang masih mengguyur Bogor saat itu. Tepat pukul 15.30 tiba di tempat kumpul sebelumnya dengan selamat. Semua peserta membawa oleh-oleh pengalaman yang berharga dan mengasyikan hari itu.