Volunteer’s Sight

I have been volunteering in Ecofun Community-Ecofunopoly® since last year, Ecofunopoly® is the 1st environmental game board in Indonesia which aims to provide educational play set and to change community behavior toward environment.

During my time as a volunteer in this community, I have enriched my knowledge about environmental education. This game concept is unique and interactive. It has been made by the founder using some recycle material. Although it is not 100% recycled product, I am sure there will be rooms for improvement to make it more eco-friendly in future.

I can tell that Ecofunopoly® is not only to educate children to aware of our environmental issues, but it is also can help them to develop their social interactions, as we know that nowadays the young human generations are most likely becoming more focus to virtual world through their smart gadget and lesser interactions to the real human being around them.

I am enjoying contributing time and energy to local society in this way. It goes both ways. These unpaid service activities definitely have contribute greatly to my life, it has helped me becoming more caring, compassionate, and grateful, it has also helped me to develop my ability to form friendship, refine my interpersonal communication skill, and increase my time & financial management and problem solving skill.

Author : Devita Marwana

Photo by : Annisa H.

Ecofun Go! Festival

Ayo datang ke Ecofun Go! Festival tanggal 27 Agustus mendatang!

Dapatkan hadiah Doorprize berupa Handphone, Alat Elektronik, dll!

EcoFunGo! Philippines Launches its 1st Ecofunopoly Event!

The EconFunGo! ASEAN – Philippines launched its first fun-filled Ecofunopoly Event on April 2, 2017 at Baranggay Holy Spirit in Quezon City. The program was attended by almost forty (40) community children aged between 9 to 12 years old, most of them are from marginalized families who are not so privilege in life.

With the help of volunteers from the Read more

Video Tutorial

Volunteer Gathering Ecofun Community Batch 2

Aloha Ecofun Community, setelah kemarin dibuka open volunteer untuk menjadi bagian dari Ecofun Community, maka acara selanjutnya yang ditunggu-tunggu adalah First Gathering bagi semua anggota Ecofunn Community. First Gathering kali ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 5 November 2016 di lapangan kampus IPB Baranangsiang .

Acara dibuka oleh Kak Annisa Hasanah selaku founder Ecofunopoly dan pendiri Ecofun Commnunity dengan ucapan terima kasih kepada semua volunteer yang telah hadir dan mendaftarkan diri untuk bergabung dalam komunitas tersebut. Kak Annisa menegaskan bahwa menjadi bagian dari Ecofun Community merupaka salah satu wujud aksi kita untuk berkontribusi dalam dunia pendidikan lingkungan.

“Didalam komunitas ini saya tidak menekankan dari segi kuantitas tetapi sebaliknya yaitu sebuah kualitas. Ecofun Community ini terbuka bagi siapapun yang ingin menebarkan pendidikan lingkungan hidup seluas-luasnya”

Setelah Kak Anisa menyampaikan sepatah dua patah katanya, maka sesi selanjutnya yakni perkenalan anggota, baik anggota lama maupun anggota baru antusias memperkenalkan diri. Ketika sesi perkenalan ini anggota yang telah bergerak lebih dulu tak sungkan untuk berbagi pengalaman kegiatan apa saja yang pernah dilakukan, perjuangan membangun dan mengembangkan komunitas ini sejak tahun 2009. Kak Annisa juga tak ketinggalan menceritakan pengalamannya dalam mengembangkan permainan Ecofunopoly hingga seperti sekarang yang telah resmi mendapat hak paten dari Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Keakraban antar anggota terlihat jelas mudah sekali dibangun, tak ada perbedaan antara anggota lama dan anggota baru, segala perbedaan dikikis oleh keramahan yang membaur menjadi satu. Sangat menyenangkan.

Selanjutnya yang paling ditunggu-tunggu adalah bermain Ecofunopolyy. Sebelum nanti kita turun lapang dan memberikan edukasi bagi anak-anak, tentu saja kita harus mengerti dulu sarana yang akan kita gunakan untuk mengedukasi mereka bukan? First Gathering kali ini kita memainkan Ecofunopoly versi sampah. Dalam satu set permainan terdapat satu papan bermain, enam pion atau bidak yang terbuat dari daur ulang kertas, satu set kartu kantong sampah, peti untuk membuang sampah, satu set kartu perilaku, satu set kartu bonus, satu set kartu untuk membangun fasilitas pembuangan sampah yang efektif, dan kartu camat sebagai identitas pemain yang seolah berperan sebagai camat.

Aturan main dalam permainan ini adalah camat yang berhasil menghabiskan semua kartu kantong sampah atau yang berhasil mengumpulkan kartu untuk membangun fasilitas pembuangan yang efektif adalah pemenangnya. Dalam papan Ecofunopoly versi sampah ini terdapat beberapa perintah seperti aksi ekologi mengurangi sampah, kuis, dan rapat camat. Selain memberikan edukasi mengenai bagaimana cara mengurangi sampah yang baik dan benar, anak-anak akan diajak mengasah kemampuannya dalam mengemukakan pendapat mengenai ide kreatifnya dalam menanggulangi masalah sampah disekitarnya ketika mencapai kotak kuis dan rapat camat. Sehingga diharapkan anak-anak akan lebih peka dalam melihat kondisi lingkungan sekitarnya dan mulai berpikir bagaimana solusi terbaik yang bisa dilakukannya.

Sangat menyenangkan bermain Ecofunopoly, permainan yang cocok dimainkan baik anak-anak maupun orang dewasa. Akhir cerita, kami tunggu kontribusi kalian di Ecofun Community. Jangan lupa untuk selalu berbuat kebaikan dan cintai lingkungan untuk bumi yang lebih baik!

Ditulis oleh Volunteer Ecofun, Diah Restanti.

Ecofunopoly Meriahkan Panggung Utama Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2016

(Jakarta, 11 Juni 2016) Hampir semua orang pernah bermain monopoli. Tapi permainan monopoli yang bermuatan lingkungan belum banyak yang tahu. Ecofunopoly, sebuah permainan edukatif yang dapat dijadikan media mengenalkan dunia lingkungan hidup. Permainan ini diciptakan tahun 2009 oleh Annisa Hasanah, mahasiswi Institut Pertanian Bogor.
IMG-20160611-WA0007Pada hari ketiga Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2016, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser menggandeng WCS dan Ecofun Community mengenalkan ecofunopoly ala Leuser di panggung utama. Peserta yang terdiri dari anak-anak sangat antusias untuk ikut bermain baik melempar dadu, membaca tugas maupun melangkah sesuai angka dadu yang didapat.
IMG-20160611-WA0006

 

 

 

 

 

“Kita ingin mengenalkan dunia lingkungan hidup dan kehutanan khususnya Taman Nasional Gunung Leuser dengan cara yang fun. Salah satu caranya ya mengajak anak-anak bermain dan berinteraksi dengan ecofunopoly ini.”, jelas Prama Wirasena koordinator tim TNGL.
IMG-20160611-WA0004Sebelum bermain, pengunjung disuguhi sajian lagu dari The Biologist Universitas Negeri Jakarta yang menambah hangat suasana.

 

 

 

 

Sumber : http://gunungleuser.or.id/ecofunopoly-meriahkan-panggung-utama-pekan-lingkungan-hidup-dan-kehutanan-2016/